Riri Emila, gadis cantik asal Dolok Masihul tanpa dukungan siapa pun, tanpa sponsor dan tanpa publikasi ternyata telah “bersolo-run” mengangkat kebaya ke pentas mancanegara. Diam-diam sejak memilih re-saign dari karirnya di dunia perbankan sekitar tahun 2024 perempuan langsing dan tinggi semampai ini menekuni dunia fashion dengan memilih kebaya sebagai ciri khas penampilannya di setiap event fashion show yang diikutinya.
Hasilnya pada tanggal 5 Desember 2025 lalu Riri dinobatkan sebagai MFMPA Asean Ambasador 2025 dalam ajang ASEAN Fashion & Culture Diplomacy 2025 in conjungtion with National Kebaya Day & MFMPA Awards 2025 yang berlangsung di New Ocean World Kualalumpur, Malaysia. Ajang internasional yang diikuti wakil-wakil dari 10 negara Asean ini diselenggarakan Miss Malaysia Kebaya (MMK) yang diketuai Dr. Jason Hee.
Status sebagai MFMPA Asean Ambasador 2025 itu membuat lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan ini tak henti-hentinya memperkenalkan kebaya Indonesia ke berbagai ajang fashion show tingkat negara Asean. Terbaru Riri diundang pemerintah Timor Leste sebagai bintang tamu pada suatu acara fashion show di negara yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia ini. Di negara Xanan Gusmao itu, Riri memperkenalkan kebaya kepada masyarakat disana termasuk diajak berkunjung kepada Presiden Timor Leste Ramos Horta.

Riri Emilia lahir di Desa Suka Mulia, Dolok Masihul Kabupaten Sedang Bedagai pada tanggal 10 Oktober tiga puluh tahun lalu dari rahim seorang ibu bernama Nurjanah Batubara. Darah seni diwarisinya dari ayahnya alm. Muhammad Said yang adalah seorang seniman kaligrafi.
Masa kecilnya dijalaninya di Dolok Masihul dengan menyelesaikan pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Dolok Masihul, kemudian dilanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 1) Dolok Masihul dan setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 1) Dolok Masihul, Riri melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ekonomi UMN Medan. Setelah mendapat gelar Sarjana Ekonomi, Riri diterima bekerja di Bank CIMB Niaga Medan.

Sejak masa remaja Riri memang menyukai kegiatan seni terutama seni tari. Di sekolahnya Riri selalu memimpin kawan-kawannya untuk belajar menari sebagai persiapan untuk tampil di berbagai kegiatan kesenian tingkat Kabupaten Serdang Bedagai. Tak lama berkarier di dunia perbankan, Riri malah memilih dunia fashion show yang akhirnya membawa Riri ke dunia gemerlap fashion show dengan mengusung kebaya.
Bagi Riri, kebaya adalah kekayaan budaya Indonesia yang mempunyai nilai seni sangat tinggi. Oleh karena itulah Riri kemudian terinspirasi mengembangkan kebaya dalam berbagai motif yang mampu diangkatnya ke tingkat mancanegara.
“Saya mendesain sendiri setiap kebaya yang akan ditampilkan dalam setiap ajang fashion show. Selain membudayakan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia, saya ingin kebaya tampil sebagai busana kebanggaan semua wanita di dunia,” kata Riri ketika diwawancarai media beberapa waktu lalu.

Dengan mengangkat kebaya ke pentas mancanegara, Riri berniat mengangkat marwah dan tarap hidup para pengrajin busana tradisi terutama kabaya. Kebaya bisa dibuat dari bahan dasar kain tradisional apa saja. “Kita bisa buat kebaya dari bahan ulos dan kain songket yang menjadi kekayaan busana daerah kita di Sumatera Utara. Sehingga pada waktunya para pengarajin itu akan menjadi pahlawan pelestarian busana tradisional,” kataya lagi. (*)
Reporter:
Ahmad Nuar



